
UIB Menjadi tuan rumah
pelaksanaan diskusi muslim internasional
Batam (VoU)—Rabu, 27/10/2013
menjadi hari yang spesial bagi Musisy (Muslim Society), Lembaga Dakwah Kampus
UIB pasalnya pada hari itu Musisy kedatangan saudara muslim dari negeri seribu
pagoda, Thailand. Batam menjadi salah satu tujuan ekspedisi dari program Educational and Sosial Expedition for Global
Action ( EDEXGLA) III. Sebelum berkunjung ke Batam, EDEXGLA telah
berkunjung ke Malaysia dan Singapura.

Kedatangan saudara muslim dari
Thailand tersebut bersempena dengan program International
Moeslem Students Touring & Discussion Forum dengan tema Ukhuwah
Islamiyah, dimana UIB mendapat kehormatan menjadi tuan rumah. Program ini tidak
hanya dihadiri oleh delegasi dari Thailand ikut hadir delegasi dari Malaysia
yang diwakili oleh 3 orang mahasiswa/i yang tengah menempuh program pertukaran
pelajar di UIB. Program ini berlangsung selama 2 hari dengan agenda di hari
pertama melakukan tour ke beberapa
tempat di Batam seperti Batam Miniatur House Indonesia di bilangan Bengkong, Mesjid Jabal Arafah, Mesjid Raya Batam, serta
tidak lupa ke Nagoya Hill guna membeli oleh-oleh khas Indonesia seperti Batik, tour hari itu ditutup dengan diskusi
ringan sekaligus makan malam bersama di Delta Villa. “di lokasi wisata miniatur
Indonesia kami menghabiskan waktu kurang lebih
1 jam melihat-lihat versi mini rumah adat Indonesia, mereka(delegasi
Thailand dan Malaysia-red) sangat
antusias untuk mengetahui keberagaman Indonesia” ujar Septian Purwandi sebagai
salah satu perwakilan Musisy dalam tour
tersebut.
Senin, 28/10 bertepatan dengan
hari sumpah pemuda menjadi puncak dari program International Moeslem Students Touring & Discussion Forum, kegiatan
pada hari itu juga dihadiri Wisnu Yuwono, S.E., M.M. kepala Biro Pengembangan
Kemahasiswaan dan Alumni (BPKA) UIB, agenda kegiatan dihari kedua yakni perwakilan
dari setiap delegasi memaparkan mengenai kondisi Islam dan kehidupan muslim
dari negara masing-masing. “Batam is okay
it is better than Thailand because muslim in here is mayority, in Thailand we
are about 10% very very minority, through this program we learning, we studying
the muslim’s life out of our country and make me, my team and my students knows more detail about Islam in Indonesia
especially in Batam, we got many experience and knowledge here, and of course
make us got many new brother and sisters in Islam.” Ujar Sukree Sareem
penuh semangat saat ditanyai mengenai perbandingan mengenai kehidupan muslim di
Batam dan Thailand.

Kegiatan hari itu berlangsung di
Aula B kampus Universitas Internasional Batam (UIB) dari pukul 08.30-10:30 WIB “Alhamdulillah
akhirnya acara ini bisa berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit hambatan
tetapi Alhamdulillah masih dapat kita handle.
Kita sangat berterima kasih atas kedatangan teman-teman dari Thailand, mereka
sudi berbagi mengenai bagaimana kondisi islam di Thailand dan kehidupan muslim
di sana” tukas Septian Purwandi selaku wakil ketua pelaksana dengan wajah
berbinar. “Saya merasa bangga, senang dan sedih juga karena hari ini mereka
sudah harus pulang ke Thailand, karena waktu mereka sangat terbatas dan kitapun
berusaha untuk memaksimalkan waktu yang terbatas ini.” Tambahnya. Ditemui
dikesempatan yang sama, Davis S. Muhummud salah satu anggota dari delegasi Thailand
saat ditanyai mengenai kesannya selama berada di Batam mengungkapkan, “I’m very pleased, first I didn’t think we will get big welcome like
this, they are (panitia pelaksana-red) very helpful and fun, I’m very enjoyed this
program”

Diakhir acara Sukree Sareem
mengatakan “I’m very happy to your team,
your team give so many thing to our team, thank you very much I hope I can come
again.” Dari program ini diharapkan dapat semakin menambah wawasan peserta mengenai kondisi Islam,baik
di Indonesia, Thailand maupun Mlaaysia, serta juga diharapakan dapat semakin
memupuk ukhuwah islamiyah antar negara. (*rahmi)


0 komentar:
Posting Komentar